Text
Beginilah Rasulullah Berbisnis
Umat Islam di zaman modern ini mengalami keterpurukan hampir di seluruh aspek kehidupannya, mulai dari akhlak, strata sosial, ekonomi, dll. Masyarakat dunia menilai Islam identik dengan pengangguran, perbudakan, rumah kumuh, tidak berpendidikan, peminta-minta (bahkan untuk mendirikan tempat ibadah), dan bentuk-bentuk kemiskinan lainnya. Hal ini sangat berkebalikan dengan kondisi umat Islam di era kejayaan beberapa abad yang lalu. Kenapa hal ini bisa terjadi?
Banyak faktor pastinya. Umat terdahulu berpedoman hanya kepada Al Qur’an dan menjadikan Rasulullah sebagai tauladan, sedangkan umat zaman ini telah melalaikan petunjuk Rabb-Nya dan telah menjadikan kaum kafir sebagai panutannya. Maka, umat ini membutuhkan sosok-sosok yang “kembali” meniti jalan kesuksesan umat terdahulu untuk dapat mengembalikan kejayaan umat Islam. Salah satu keteladanan yang harus dipaksakan untuk dilakukan adalah mengikuti jejak sukses Rasulullah dalam hal finansial, yaitu kemampuan beliau menyiapkan modal ibadah, dakwah, dan jihadnya.
“Jika ada sepuluh pintu, maka Sembilan di antaranya adalah berdagang”. Karena itulah Rasulullah berbisnis sebagai jalan kesuksesannya.
Lalu, apa yang membedakan bisnis ala Rasulullah dengan bisnis-bisnis yang lainnya?
“Buku karya Hepi Andi Bastoni ini menyuguhkan satu pendekatan lain. Sebagai penulis produktif, ia membawakannya dengan lugas dan segar. A must read book.” (Dr. Muhammad Syafii Antonio, MEc, Komite Ekonomi Nasional & Chairman Tazkia Group)
Tidak tersedia versi lain